Sejahterakan HONORER! Ahok akan naikkan gaji guru honorer minimal UMR

Sejahterakan HONORER! Ahok akan naikkan gaji guru honorer minimal UMR

PORTALPEGAWAI.COM - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan keluhan mengenai masih kecilnya gaji honorer di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Dalam sebulan, guru tidak tetap hanya mengantongin Rp 500.000.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengakui masih banyak guru honorer di Kepulauan Seribu yang gajinya masih di bawah rata-rata. Ahok sesumbar akan segera mengatasi persoalan tersebut.

Menurut Ahok, salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan status mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ya banyak ini, makanya kita harus perbaiki honorer, pendekatan kesejahteraan," kata dia di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Senin (30/1).

Sejahterakan HONORER! Ahok akan naikkan gaji guru honorer minimal UMR

Namun demikian, bilamana hal tersebut tidak dapat dilakukan maka mantan Bupati Belitung Timur ini setidaknya akan menaikan kesejahteraan mereka. Di mana minimal seorang guru honorer bisa membawa pulang sebesar upah minimum regional (UMR) DKI.

"Kalau dia enggak bisa naik jadi PNS makanya pendekatannya kesejahteraan. Bayarannya UMP," jelasnya.

Sebelumnya, warga RT 02 RW 03 Pulau Kelapa, Desi (35) mengaku bingung. Sebab semenjak Ahok cuti untuk menjalani kampanye hingga 11 Februari 2017 mendatang, program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga pengurangan Petugas Pemeliharaan Sarana Umum (PPSU).

"KJP sekarang pilih-pilih kalau gaji di atas Rp 5 juta enggak dapat. Honor juga enggak dapat KJP, padahal gajinya cuman Rp 500 ribu sebulan. Sebelumnya dapat terus semenjak tahun 2017 ini enggak dapat. katanya ada aturan," katanya di Pulau Kelapa, Senin (30/1).

Selain itu, ibu dua orang anak ini mengeluhkan mengenai kecilnya gaji guru hononer yang sangat kecil. Dia menjelaskan, dalam sebulan seorang gaji guru tidak tetap ini hanya mendapatkan Rp 500 ribu, padahal tanggungjawabnya besar.

"Guru TK sarjana tapi enggak dapat gaji, malah cuman dapat iuran Rp 10 ribu, dibayar setahun sekali baru kalau udah banyak dibagi-bagi," tuturnya miris.

Kemudian, Desi juga mengkomplain adanya pengurangan tenaga kerja PPSU, di mana ada 17 orang sekarang hanya tinggal dua orang. Alhasil pantai yang awalnya bersih mulai terjadi penumpukan sampah.

"Semenjak Pak Ahok cuti ini semua terjadi, pengurangan PPSU Laut, KJP acak-acakan, enggak ngerti aku ini. Ini siapa di balik semua ini? Masalahnya Pak Ahok non-aktif," tutupnya.

Sumber: merdeka.com
DAPATKAN INFORMASI TERUPDATE SEPUTAR PEGAWAI, PNS, CPNS, NON PNS, KARIR, LOWONGAN KERJA BANK BUMN TINGKAT SMA SMK D3 D4 S1 SEDERAJAT LAINNYA HANYA DI PORTALPEGAWAI.COM