Dibuka 16-20 September, Begini Cara Pendaftaran CPNS 2018 Melalui Portal sscn.bkn.go.id

Dibuka 16-20 September, Begini Cara Pendaftaran CPNS 2018 Melalui Portal sscn.bkn.go.id

PORTALPEGAWAI - Pemerintah telah menetapkan formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018.

Lantas, tanggal berapa pendaftaran CPNS tersebut dibuka?

Pendaftaran calon pegawai negeri sipil tahun 2018 akan dilakukan serentak secara online.

Pendaftar bisa melamar melalui portal sscn.bkn.go.id.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, belum ada tanggal pasti soal pendaftaran CPNS tersebut.

Namun, dia memprediksi hal tersebut bisa dilakukan dua pekan dari sekarang.

"Pendaftaran kami berharap kalau sekarang tanggal 6, ya katakanlah antara tanggal 16 hingga 20 September 2018. Namun, pendaftaran bisa dimulai kalau data semua sudah bisa masuk," kata Bima dalam jumpa pers di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Berkaitan dengan hal tersebut, Bima mengimbau kepada masyarakat yang ingin mendaftar sebagai CPNS untuk melakukannya sejak awal waktu agar meminimalkan masalah yang bisa terjadi.

"Pendaftaran ini nantinya kan hanya dua minggu dan kami menyarankan untuk daftar pertama kali, bukan yang terakhir karena nanti pasti akan terjadi traffic sangat padat," terang dia.

Sementara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, mengatakan Pendaftaran calon pegawai negeri sipil tahun 2018 akan dilakukan serentak secara online.

"Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut Syafruddin, ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar ( SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

"Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)," kata dia.

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018.

Syafruddin menjelaskan, tahap pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi akan dilakukan pada minggu kedua September sampai dengan minggu kedua Oktober 2018.

Pelaksanaan seleksi (SKD dan SKB) pada minggu ketiga Oktober 2018.

Pengumuman kelulusan pada minggu keempat November 2018, sedangkan tahap pemberkasan dimulai pada bulan Desember 2018.

Syafruddin meminta masyarakat memantau informasi mengenai rekrutmen CPNS ini melalui situs Kementerian PANRB, yakni menpan.go.id dan situs BKN melalui sscn.bkn.go.id.

Adapun formasi rekrutmen CPNS yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) adalah sebanyak 238.015.

Rinciannya, 51.271 untuk instansi pusat dan 186.744 untuk instansi daerah.

Penerimaan CPNS untuk instansi pusat akan ditempatkan di 76 kementerian/lembaga (K/L).

Sementara untuk anggota CPNS di instansi daerah ditempatkan di 525 pemerintah daerah baik kabupaten maupun kota.

Pemerintah pun masih menerapkan prinsip zero minus growth dalam rekrutmen CPNS tahun ini.

Hal itu berarti moratorium CPNS dalam rekrutmen tahun ini tetap diberlakukan, kecuali untuk guru dan tenaga kesehatan.

"Kecuali untuk formasi guru dan dosen karena sangat dibutuhkan, guru madrasah juga termasuk. Kemudian yang sangat dibutuhka adalah tenaga kesehatan sehingga formasinya akan didominasi guru dosen dan tenaga kesehatan," kata Menpan-RB Syafruddin.

Syafruddin pun menambahkan, keputusan pemerintah membuka kembali rekrutmen CPNS tahun ini sebagai upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang lebih berkualitas.

"Hal ini juga untuk mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia pada 2024," ujar Syafruddin.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional ( BKN) Bima Haria Wibisana mengaku akan memperbanyak titik pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018.

Hal itu dilakukannya guna mengantisipasi banyaknya masyarakat yang mendaftrakan diri menjadi CPNS seperti tahun lalu.

"Untuk kesiapan pelaksanaannya, tahun lalu BKN hanya melakukan di ibu kota provinsi, di 34 titik karena hanya untuk kementerian dan lembaga. Tahun ini bedanya menyangkut juga di pemerintah daerah, jadi kita tambah 120 titik," ucap Bima dalam jumpa pers di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Selain titik pelaksanaan yang disiapkan BKN, beberapa pemerintah kota disebut Bima telah menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan rekrutmen CPNS.

"Kami akan mengadakan titik-titiknya yang baru di 92 kabupaten dan kota kemudian ada juga 49 pemkab dan pemkot yang mau menyelenggarakan secara mandiri, jadi mereka siapkan tempat sehingga BKN tinggal datang. Jadi jumlahnya ada 170-an," jelas Bima.

Di sisi lain, Bima memperkirakan bakal ada 5-6 juta peserta yang mendaftarkan diri sebagai CPNS.

Dia pun meyakini sistem SSCN untuk proses rekrutmen CPNS masih bisa mengatasi jumlah peserta hingga lebih dari itu.

Namun, Bima masih khawatir dengan server di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di tiap daerah.

"Yang saya khawatir justru di Disdukcapil karena sebelum daftar itu kan harus buat akun dan servernya ini terbatas. Makanya hari ini kita pastikan apakah pansel bisa memastikan untuk khusus penerimaan CPNS sebab biasanya sehari cuma mampu sampai 50.000, sedangkan ini nanti bisa lebih dari dua juta gimana caranya," pungkas Bima.(*)

Source: tribunnews.com

DAPATKAN INFORMASI TERUPDATE SEPUTAR PEGAWAI, PNS, CPNS, NON PNS, KARIR, LOWONGAN KERJA BANK BUMN TINGKAT SMA SMK D3 D4 S1 SEDERAJAT LAINNYA HANYA DI PORTALPEGAWAI.COM